Widget edited by super-bee

Pages

Sunday, 30 September 2012

✎ Manding, pusat kerajinan kulit, Bantul


Kerajinan kulit selalu identik dengan Manding, Bantul. Terletak di Jl Parangtritis KM 11,5 Desa Manding Rt 08/05, Sabdodadi, Bantul. Jogja menjadi tempat yang pas untuk berburu aneka macam kerajinan, tempat ini menjanjikan berbagai macam koleksi kerajinan kulit, mulai dari gantungan kunci, sepatu, dompet, aneka boot, topi, tas bahkan bisa membuat sesuai pesanan anda.


Harga berani bersaing dengan kompetitor dari kota lain dengan kualitas yang selalu dijaga. Beraneka ragam, ukuran dan jenis produk yang ditawarkan memberi kesempatan kepada anda untuk memilih barang sesuai dengan selera anda. Sepanjang jalan anda akan disuguhi oleh showroom yang menawarkan kerajinan kulit dengan berbagai variasi jenis dan model. Sebagian besar produk kerajinan kulit di sini terbuat dari kulit sapi.

Sensasi tawar menawar barang menjadi keunikan tersendiri, biasanya harga yang ditawarkan lebih tinggi dari harga asli, oleh karena itu pandai-pandailah menawar suatu barang. Selamat berburu dan menikmati sajian khas kota Yogyakarta.




✎ Dinginnya di Kaliurang


Terletak di kaki gunung merapi sisi selatan pada ketinggian 900 m dari permukaan laut tepatnya di 28 km dari kota yogya yakni didesa Hargobinangun, Pakem Sleman, Yogyakarta. Tempat yang merupakan kawasan dataran tinggi, hawa dingin yang menyejukkan akan sangat terasa begitu memasuki areal kaliurang ini.
Tempat ini dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas, untuk anak-anak ada taman rekreasi dimana anak anak bisa bermain-main. Ada kolam renang mini, ayunan, papan luncur, dan berbagai macam permainan yang pasti putra putri anda akan menyukainya. Bahkan taman ini bisa untuk sebuah acara bagi yang datang secara berombongan. Bagi anda yang merasa tidak cocok berada ditaman bermain ini bisa ke Taman Wisata Plawangan Turgo. Ditempat ini ada beragam tempat juga yang bisa anda nikmati yakni bagi anda yang mampu berjalan mendaki dan belum terlalu siang takutnya diatas kabut akan turun biasanya kita boleh untuk naik keatas menyusuri hutan Plawangan dan mencapai satu tempat dinamai Puncak Pronojiwo, cukup lumayan tinggi keberadaannya namun jika cuaca cerah kita akan menikmati pemandangan luar biasa yakni dapat melihat puncak merapi yang sangat fenomenal tersebut.


Setelah puas dengan keindahan puncak merapi kita kembali turun dan menikmati Air terjun yang dinamai Tlogo Muncar, tidak begitu deras aliran airnya namun percikan air yang mengenai kita saat berada tidak jauh dari sekitar air terjun menambah rasa dingin yang kita rasakan namun menyegarkan. Cukup menikmati air Terjun jika ingin berbasah basah lagi nikmati kesegaran air Gunung dengan berenang di Kolam renang yang dinamai Tlogo Putri. Jangan kaget kalau anda berenang di Kolam renang ini, karena airnya begitu dingin. Sumber air kolam renang ini diambil dari mata air dari bukit Plawangan. Kesegaran luar biasa dirasakan bercampur dengan rasa dingin kala menikmati berenang dikolam ini. Secara keseluruhan area Hutan wisata Kaliurang ini juga dapat digunakan sebagai arena outbond.




✎ Benteng Vredeburg dan Gedung Agung


Benteng Vredeburg yang berhadapan dengan Gedung Agung. Benteng ini dulunya merupakan basis perlindungan Belanda dari kemungkinan serangan pasukan Kraton. Seperti lazimnya setiap benteng, tempat yang dibangun tahun 1765 ini berbentuk tembok tinggi persegi melingkari areal di dalamnya dengan menara pemantau di empat penjurunya yang digunakan sebagai tempat patroli.
Benteng tampak dari atas

Gedung Agung
Sedangkan Gedung Agung ini dibangun pada bulan Mei 1824 dengan prakarsa Anthony Hendriks Smissaerat, seorang Residen Belanda (1823-1825) dengan A. Payen sebagai arsiteknya. Tujuan pertama dibangunnya Gedung Agung ini adalah sebagai tempat tinggal bagi para residen Belanda. Proses pembangunan ini sendiri sempat terjunda karena adanya Perang Diponegoro atau juga dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830). Baru setelah perang tersebut, proses pembangunan dapat dilanjutkan dan selesai pada tahun 1832.
Saat ini Gedung Agung berfungsi sebagai tempat menginap Presiden dan Wakil Presiden jika sedang berada di Yogyakarta, selain itu beberapa bangunan lain di kompleks ini juga digunakan sebagai tempat menginap para tamu-tamu negara. Selain itu Gedung Agung juga digunakan sebagai tempat untuk memperingati peristiwa Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan (sejak tanggal 17 Agustus 1991) dan Parade Senja yang dilaksanakan setiap tanggal 17 (dimulai sejak tanggal 17 April 1988).




Friday, 28 September 2012

✎ Begini ni kalo lagi musim melon...!!!

Ada yang belum pernah makan Melon...
"di Temon, Kulon Progo sedang musim Melon, dimana-mana bau melon, rumah dijalan disawah kebun bahkan di tempat sampah juga....hehehe
Cuma iseng buat entri, share foto-foto kelakuan anak-anak di dusun pada pesta melon...ini penampakannya......!!!

"yang lihat kamera itu namanya Feri, masih sodaraan sama ane....!!


"Perhatikan, ada yg aneh gak cara makannya....
"Makin banyak yg dateng bergabung..............

"HAHAHA.......yg ini namanya Banu....

"Yang ini Erik.........

"nama asli Harley..........panggilan bonteng...
"yang kecil juga gak mau kalah.....


"satu-satunya yang gak doyan melon......



Wednesday, 26 September 2012

✎ Berkunjung ke Benteng Pendem


Kalau ada orang bertanya, tempat apa yang menarik untuk dikunjungi ketika berkunjung ke Cilacap ? selain Nusakambangan, Teluk Penyu yaitu Benteng Pendem. Benteng yang terletak di salah satu sudut kota Cilacap ini sangatlah menarik dan mudah untuk dikunjungi.
Hanya bertanya sekali saja ketika memasuki Kota Cilacap kami sudah bisa menemukan lokasi Benteng Pendem, karena letaknya yang bersebelahan persis dengan Teluk Penyu.


Benteng Pendem terletak di bagian tenggara kota Cilacap, ujung Timur Pantai Teluk Penyu di wilayah Kelurahan Cilacap. Di sekitar Benteng Pendem bagian Selatan adalah Samudra Indonesia, Selatan Selat Nusakambangan, dan yang paling mencolok adalah tangki-tangki minyak mentah milik pertamina yg kebetulan bersebelahan.
Untuk menuju ke Benteng Pendem dapat ditempuh dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan. Sedangkan kami menggunakan bus pariwisata, karna ini adalah acara studytour sekolah hehehe........ 
Kurang lebih 500 m dari Benteng Pendem adalah lingkungan masyarakat yang sebagaian besar mata pencahariannya adalah Nelayan baik yang menggunakan alat tradisional maupun yang menggunakan alat yang modern.

Benteng Pendem Cilacap (Belanda ; Kusbatterij op de Landtong te Cilacap). Benteng yang dibangun oleh Belanda antara tahun 1861-1879 M ini memilki luas asli 10.5 hektare. Namun ternyata sejumlah 4 hektare diambil oleh pertamina untuk pembangunan salah satu fasilitasnya didaerah tersebut. Benteng ini menurut cerita sempat terpendam tanah beberapa waktu lamanya, sebelum akhirnya ditemukan pada tahun 1986 dan mulai digali pada tahun 1987. Semenjak itu benteng ini dibuka untuk para pengunjung dan para peneliti yang ingin berkunjung ke benteng ini.




Belanda membangun Benteng Pendem sebagai markas pertahanannya hingga tahun 1942. Sebab, saat perang melawan Jepang, Sekutu kalah. Benteng ini kemudian dikuasai Jepang.

Benteng tersebut, juga menjadi saksi perjuangan rakyat Cilacap melawan penjajahan Belanda. Di benteng ini, ratusan rakyat Cilacap dan para pejuang ditawan penjajah.

Pada tahun 1945, saat Kota Hiroshima dan Nagasaki dibom oleh tentara Sekutu dan Jepang hengkang kembali ke negerinya – bangunan yang berada tak jauh dari Pulau Nusakambangan tersebut, dikuasai TNI dari Banteng Loreng Kesatuan Jawa Tengah. Di tempat itu pula, para pejuang kemerdekaan berlatih perang dan pendaratan laut

Pada tahun 1986, dilakukan penggalian terhadap lokasi yang berada di pintu Pelabuhan Cilacap tersebut. Ternyata di dalamnya terdapat ratusan ruangan, terdiri barak, benteng pertahanan, benteng pengintai, ruang rapat, klinik pengobatan, gudang senjata, gudang mesiu, ruang penjara, dapur, ruang perwira, dan ruang peluru.




"Jangan tanya kenapa di dalam banjir, namanya juga Benteng Pendem ya dibawah tanah.....mau dikuras juga bakal kemasukan air lagi...!!!

Kalau sore hari di saat langit mendung, membuat suasana khas benteng kuno yang gagah, misterius, seram dan indah bercampur aduk jadi satu. Kelau ada yang tahu acara di ANTV “Percaya gak Percaya” bersama paranormal terkenal Pak Leo Lumanto jg pernah kesini, dan ternyata memang banyak penghuni gaibnya.....brbrrrrrr 
Keberadaan Benteng Pendem sekarang merupakan aset wisata yang bisa di manfaatkan sebagai salah satu tujuan wisata di Cilacap, disamping itu juga dapat digunakan sebagai obyek penelitian. Untuk hal tersebut perlu kiranya keberadaan Benteng Pendem yang sudah termakan usia disamping kita manfaatkan, juga kita pelihara untuk kelestariannya.

Benteng Pendem memang sekarang hanya sejarah yang perlu kita wariskan kepada anak cucu kita, agar anak cucu kita tahu bahwa zaman dahulu pernah ada kisah yang suram di Cilacap khususnya dan Indonesia umumnya. Janganlah pernah melupakan sejarah.


Total Pageviews

Histats