Widget edited by super-bee

Pages

Friday, 23 January 2015

✎ Menyusuri Alam Gunung Andong

Sekitar 3 jam kami berkendara sepeda motor dari kota Jogja menuju kecamatan Ngablak, kabupaten Magelang. Ditempat ini kami mencoba mendaki sebuah gunung berketinggian 1.726 mdpl, tidak begitu tinggi, berada di sebelah utara gunung Merbabu, mereka menyebutnya gunung Andong.

Derasnya hujan memaksa perjalanan kami terhenti untuk kesekian kalinya. Sudah 3 kali kami berteduh, dimulai dari gubuk tua, masjid dan sebuah warung makan. Tentunya hal ini membuat waktu kami banyak terbuang diperjalanan.
Singgah sebentar di sebuah warung makan, pada akhirnya kami pun memesan makanan meskipun tidak lapar. Setelah perut terisi kamipun melanjutkan perjalanan lagi, dan alhamdulillah hujan sudah mulai reda.

Hampir tengah malam kami tiba di basecamp gunung andong. Sebuah desa di bawah kaki gunung yang berselimut kabut. Disini kami ditemani oleh para pendaki lain yang berasal dari berbagai daerah di Jawa tengah dan Jogja.

Di tengah perjalanan, kami disambut hutan pinus. Kicauan burung malam seringkali terdengar, memecah suasana yang begitu sunyi.  
Dengan beranggotakan 9 orang, kami berhasil mencapai puncak gunung Andong sekitar 2 jam. Sampai di puncak kami terkejut karena begitu banyak tenda yang sudah terpasang. Angin bertiup kencang dari arah timur membuat kami kesulitan mendirikan tenda. Butuh setidaknya 3 orang menjaga supaya tenda tidak jatuh ke jurang tertiup angin.


Sunrise yang kami tunggu-tunggu akhirnya muncul dari balik awan. Seketika yang lain juga ikut menyaksikan pemandangan menakjubkan yang jarang ditemukan ditempat lain.
Pagi ini langit sangat cerah, punuk lain dari gunung Andong terlihat jelas diseberang kearah timur. Beberapa dari kami memutuskan untuk mencapai punuk lainnya melewati jalan setapak dengan sisi jurang yang sangat dalam di kiri dan kanan.


Turun dari puncak kelihatan sangat mengerikan, jalanan terjal dan jurang sangat dalam terlihat sekarang. Harus ekstra hati-hati sebab di area dekat puncak jarang sekali ada pepohonan. Perjalanan pun semakin menegangkan.




Sunday, 11 January 2015

✎ Filosofi Mereka, Para Pendaki Gunung !

6. Kondisi alam yang megah inilah membuat para pendaki belajar merendah

Tanpa disadari manusia seringkali jumawa. Merasa bahwa manusia mahluk ciptaan yang paling tinggi derajatnya dibandingkan mahluk yang lainnya. Bahkan seringkali menidakan keberadaan mahluk lainnya seperti buang sampah sembarangan. Nah, gunung merupakan secuil surga kecil yang luar biasa keindahannya, sekaligus merupakan tempat belajar bagi para pendaki untuk merendahkan hati karena dirinya tidak lebih butiran debu dihadapan alam semesta ciptaan-NYA.

7. Dengan berhasilnya mencapai puncak yang tinggi, pendaki menyadari bahwa masih banyak tempat yang harus dikunjungi. 



Setelah perjalanan yang melelahkan, menguras waktu, tenaga dan biaya yang tak sedikit jumlahnya pada akhirnya jerih payah mereka terbayar lunas! Dimana langit dan bumi bertemu dibatas cakrawala yang bagaikan surga diatas awan, menyajikan panorama alam yang luar biasa indahnya. Dari hal inilah membuat pendaki yakin bahwa masih banyak tempat lain yang masih harus dikunjungi.

8. Dari kegiatan pendakian membuat para pendaki belajar tabah, kerena berhasilnya sebuah pendakian adalah ketika tiba dirumah

Kegiatan pendakian adalah kegiatan yang mempetaruhkan nyawa, karena tidak hanya fisik yang kuat tapi juga disertai mental yang kuat! Memanggul keril yang beratnya puluhan kilogram, berjalan mendaki bukit yang jaraknya ratusan kilometer. Belum lagi kondisi cuaca yang tak bisa diprediksi. Kadang panas terik dan kadang hujan yang disertai badai.itulah tantangan yang mereka hadapi. Namun dari hal inilah membuat para pendaki belajar tentang ketegaran dan tabah dalam melewati setiap masalah.Namun bagi mereka yang sudah terbiasa, hal ini bukanlah kenekatan penaklukan alam namun tiba dirumah dengan selamat.

9. Pendakian mengajarkan pendaki untuk melangkah, karena alam semesta selalu menghargai setiap jerih lelah

Kemegahan alam yang tampak dari puncak gunung, bukanlah hal yang mudah direngkuh. Perlu persiapan fisik yang matang minimal sebulan sebelum pendakian. Persiapan yang biasa dilakukan biasanya jogging kecil dipagi hari dan latihan angkat beban. Walaupun mereka sudah siap secara fisik, namun dalam hati ada keraguan apakah mereka bisa mencapai puncak? Yaaa…! Dari hal inilah para pendaki belajar untuk memberanikan diri untuk melangkah. Hanya dengan disertai keyakinan yang teguh dalam hati dan niat untuk melangkah membuat para pendaki berhasil mencapai puncak yang dikehendaki. Karena pada hakikatnya setiap hal yang besar selalu dimulai dari hal yang terkecil.

10. Sepulang dari mendaki selalu menghasilkan pentingnya bersyukur dan kerendah hatian

Saat pendakian, pendaki bergumul untuk menaklukan keegoisan masing-masing, menahan beratnya keril yang dipikul, menaklukan ganasnya cuaca dan berhasil mencapai puncak. Ketika dipuncak biasanya mereka berlutut dan bersyukur kepada Yang Esa. Mereka menyadari bahwa tanpa bantuan teman-teman pendaki lain yang merupakan perpanjangan kasih Tuhan Yang Esa, mereka takkan sampai dipuncak tertinggi.

11. Pendakian membuat karakter seseorang bukan yang dulu lagi

Setiap manusia membutuhkan usaha yang gigih agar kehidupannya lebih bermakna dan berati bagi setiap orang. Pendakian gunung bukanlah jalan-jalan biasa, namun kegiatan ini adalah kegiatan yang hanya bisa dihasilkan dengn keyakinan besar dan keberanian untuk melangkah. Jika para pendaki mengaplikasikan hal ini dalam study maupun karir mereka, cepat atau lambat mereka akan mencapai puncak hidup yang sesungguhnya.  



Sebelumnya  <==





Sumber Artikel : kompasiana

Wednesday, 7 January 2015

✎ Artis Thailand Paling Cantik


Judulnya mungkin agak sedikit lebay, tapi itu berdasar pendapat saya pribadi. Berbeda dengan Pimchanok maupun Nattasya Nauljam. Apinya itu senyumannya maut.
Mari kita berkenalan dengan artis satu ini. Barangkali masih banyak yang belum tahu....
Pink "Phobia"
Apinya Sakuljaroensuk adalah seorang aktris Thailand lahir pada tanggal 27 Mei 1990. Apinya atau juga dikenal sebagai Saiparn adalah salah satu bintang remaja atas Thailand - dia adalah seorang aktris, endorser produk, pembawa acara TV dan presenter. Saipan adalah seorang gadis, cantik ceria dan percaya diri. Dia berbeda dari banyak aktris remaja Thailand, terkenal karena karakternya yang kuat dan langsung. Pada saat ia dikritik oleh media gosip Thailand untuk karakter yang kuat. Dia berkata, "Saya dapat mengubah kebiasaan, tapi saya tidak ingin mengubah diriku yang sebenarnya!"
Saiparn pertama kali muncul di iklan sebuah ponsel Sejak itu, dia muncul di lebih dari 20 iklan, beberapa video musik dan sebagai salah satu host acara TV Strawberry Cheesecake

Dia memulai kariernya berperan sebagai gadis nakal di film "Ploy", disutradarai oleh Pen-Ek Ratanaruang. Film perdana di Festival Film Internasional di Cannes pada tahun 2007. Untuk film yang sama Apinya menerima penghargaan sebagai aktris pendukung terbaik dari Thailand National Film Awards Association dan Asian Film Awards. Karakter yang unik membuat dia menjadi bintang semalam. Setelah "Ploy," Saipan dimainkan dalam banyak film. Pada tahun 2008 ia membintangi film horor "4bia". Dia bermain dengan aktor Mario Maurer remaja dalam roman / drama "Friendship" - dan membintangi sekuel film komedi klasik "Boonchoo 9."



Dalam film Bucks Detlev Same Same But Different ia bermain bersama David Kross dalam peran perempuan. Dia belajar bahasa Inggris setiap hari selama 3 jam dan khmer selama 2 jam dan bahkan mengisi film di Jerman. Film ini menerima Penghargaan Piazza Grande Ragam di Festival Film Internasional yang diselenggarakan di Locarno.



Filmography

2007: Ploy
Apinya and Mario Maurer in Friendship
2008: 4bia
2008: Boonchu 9
2008: Friendship
Apinya and David Kross in Same Same But Different
2008: 4 Romance
2009: Haunting Me 2
2009: After School
2009: Canine Feud plays Pai
2009: Same Same But Different
2009: 32nd December Love Error
2010: Sudkate Salateped
2010: The Intruder
2011: Sammidti (Indie Film : "Behind the Scene")
2011: Friday Killers
2011: Thanks for Love Together | Kob Khun Tee Rak Kan
2011: Love Julinsee
2011: Sweety
2011: I Carried you Home

2012: I Miss You


Iklan

DTAC's father is buried in a (happy), All Star
Honda Motorcycle
Happy Thai
Hanami (a hard roll)
P๊akkig bread sticks
Mister Donut
Color pencils, Faber-class Tel Aviv


Music Videos

Microsoft Press Club.
Assert (Caloric on the Lahti Lahti).
I do not like (LCD Fine).
Roo Mai Wa Love with Mario Maurer
Someone dreamed about my music (Take a meet).
I fear the film is the fourth crossroads (Dome equipment column).
I would also like (Trai Bhumiratana) (OST's Friendship with me) with Mario Maurer
If I die (Slot machine).
Know that ... Love (Pimuk Andy soot. Feat. Ants, Kalaya).
Kiss me sweet dreams (August Band. (New York) Feat. my love tea, I was good).
Embrace the same (Tak. Siriporn on top.).
We are Thai (Diamond's architecture supports fortune).
Starting at the end (Bael Mono Music).
"Mai Ngao Mai Chai Mai" - Am Fine
Yeun Yan - Calories Blah Blah

Awards and nominations

2008

Thailand National Film Association Awards ( Won Best Supporting Actress for the movie Ploy)

Suphannahong award (Nominated)

Asian Film Awards ( Nominated for Best Supporting Actress)

Star Cinema's Award (Nominated for Best Supporting Actress)

Entertainment Critics Association Awards (Nominated)

Chalermthai Award. (Nominated for Best Supporting Actress)

Star Entertainment Award's content (nominated

Star of Siam Star Party 2008. (Won Hot young woman)

Seventeen Teens Choice Award (Won Seventeen Choice Hottie Female)

2010

Star of Siam Star Party 2010. ( Nominated in Great Female Lead)


2011

StarPics Awards( Nominated for Best Actress for the indie movie "Behind the Scene")


Foto-foto lain Saiparn :







Same-same but differend
Apinya Belajar Bahasa Indonesia
Ini waktu Belajar Buat Batik di Yogyakarta

Sumber : Kaskus, google

Sunday, 4 January 2015

✎ Filosofi Mereka, Para Pendaki Gunung !


Masa muda biasanya dikenal dengan masa yang tak terlupakan bagi setiap manusia. Pada saat usia muda, terutama bagi mereka yang belum menikah atau single lagi besar-besarnya tenaga dan semangat yang mereka miliki. Namun jika mereka menyalurkan tenaga yang berlebihan tersebut misalnya ke kegiatan pendakian gunung, maka mereka pasti mengalami dan dapat mengambil hikmah dari kegiatan pendakian gunung, diantaranya adalah:

1. Mendaki gunung adalah perjalanan menaklukan diri sendiri

Kegiatan pendakian adalah perjalanan menuju puncak. Dalam hal ini si pendaki dituntut untuk menekan ego diri sendiri agar menaklukan zona nyamannya. Jikalau kita dirumah masing-masing serba ada dirumah yang kita tempati, namun digunung kita dituntut untuk makan seadanya. Mengontrol perilaku kita dimana mungkin diantara kita suka emosi dengan mengumpat, mengucapkan kata-kata yang tidak pantas karna digunung biasanya tempat hidupnya hewan buas yang seringkali mengintai kita dari kejauhan yang tidak suka suara gaduh dan pastinya penunggu-penunggu lain yang tak kasat mata. Maka gununglah tempat yang pas untuk para pendaki mengontrol egonya. Yang bisa mengontrol egonyalah yang berhak mencapai puncak.

2. Saat tak ada yang bisa jadi tumpuan, kamu akan belajar agar percaya akan segala kemampuan dan keyakinan



Kegiatan pendakian berati pendaki harus menaklukan diri sendiri dan berdiri tegap untuk menaklukan alam bebas. Kegiatan ini menuntut para pendaki untuk mampu beradaptasi dengan keadaan alam sekitar yang tak ada listrik, sinyal internet maupun telpon. Justru dengan kondisi inilah para pendaki belajar menggunakan seluruh panca indera dan mempelajari tanda-tanda alam sekitar. Misalnya mengapa hewan-hewan gunung seringkali turun gunung, maka hal itu menunjukan pertanda bahwa gunung akan meletus. Dari hal inilah para pendaki bisa menikmati seluruh kondisi alam bebas dengan mengoptimalkan seluruh panca indera dan berjuang dengan tenaga sendiri untuk mencapai tingkatan yang paling tinggi.

3. Kegiatan ini memang mengeluarkan bulir-bulir peluh yang banyak bercucuran, namun dari hal ini kamu akan menghargai hal kecil yang sering diremehkan

Hal ini bila dilihat secara kasat mata dipandang kegiatan yang sederhana dan sepele. Namun dari hal ini pendaki dilatih untuk menghargai hal yang sering kali dianggap hal yang remeh. Namun dari hal sepele lah hidup mati pendaki ditentukan. Contohnya, ketika kita direstoran maupun dirumah seringkali makan tidak habis. Namun bila digunung, para pendaki dituntut makan seadanya berdasarkan logistik yang mereka bawa karena mereka yakin karena setiap suap logistik yang mereka makan merupakan sumber kekuatan. Begitu juga dengan air. Ketika stok air para pendaki habis maka ketika mereka menemukan sumber mata air maka mereka akan bergembira layaknya baru lulus dari sekolah.

4. Semangat solidaritas yang seringkali dibagikan secara cuma-cuma, membuat para pendaki ketagihan untuk melakukan pendakian bersama



Seorang pendaki tidakkan ragu untuk menyemangati pendaki lain agar bersama-sama mencapai puncak. Tak jarang terdengar kata-kata penyemangat seperti ini: “ ayo sedikit lagi brow, tanggung kalo ga nyampe puncak, semangat elo pasti bisa kawan!” Selain itu para pendaki juga tidak ragu membagikan logistik mereka kepada pendaki lain meskipun belum mengenal satu sama lain. Karena mereka yakin bila membagikan logistik kepada pendaki lain maka akan ada jiwa yang terselamatkan. Tanpa disadari gunung mempunyai kekuatan supranatural yang membuat para pendaki yang saling mengenal.

5. Walaupun gunung yang sama yang pernah didaki, namun seringkali menampilkan pesona baru yang sulit dilupai

Kadang kita merasa tertegun, mengapa ada pendaki yang mau mendaki gunung yang sama…? Bukannya gunung yang sama, kenangan yang dilalui juga sama…? Yaa.. mungkin yang didaki adalah gunung yang sama. Tapi pasti ada kenangan yang berbeda didalamnya. Hal yang berbeda mungkin saja teman pendakian, jalur yang dilewati dan kondisi cuaca yang berbeda. Pengalaman yang berbedalah yang membuat para pendaki sering berkunjung ke tempat yang sama.





Sumber Artikel : kompasiana

Total Pageviews

Histats