Widget edited by super-bee

Pages

Saturday, 13 December 2014

Tuesday, 7 October 2014

✎ Mendaki Gunung Lawu Bag. 3

Pukul 03.00 pagi, diluar sudah seperti pasar. Begitu ramainya arak-arakan pendaki melanjutkan perjalanan ke puncak. Kami pun demikian, segera keluar tenda dan memantau keadaan diluar.
Pagi ini sama, dingin yang tidak begitu berbeda. Hanya saja kabut sangat tebal, senter pun hanya bisa menyorot sejauh 5 - 10 meter jauhnya. Tenda, tas dan beberapa barang bawaan kami tinggalkan di sabana ini.

Berjalan menuju ke puncak, 10 menit perjalanan. Tampak rumah sederhana, mungkin ini warung mbok Yem yang sering dibicarakan itu. Serta tenda-tenda pendaki di sekitarnya. Tapi sepagi ini warung masih tutup.

Tidak jauh dari warung, terdengar suara disel sayup-sayup semakin dekat dan ternyata kami dikejutkan oleh bangunan rumah yang cukup besar yang disusun dengan batako. Rasanya kok ada yang mengganjal, berapa lama pembuatannya, karena pasti butuh waktu yang lama untuk mengangkut material rumah ini dari bawah. Padahal perjalanan kami jika di total sekitar 6 jam dari basecamp, itupun juga sudah kecepatan penuh.. hehehe...!!
Setelah 20 menitan kami menikmati rute yang cukup landai. Akhirnya jalanan kembali menanjak, melewati semak belukar, serta tumbuhan edelweis meski tidak banyak jumlahnya dan sedang tidak berbunga.

Puncak oh.. puncak akhirnya sampai juga. Waktu menunjukkan pukul 04.00. Angin bertiup kencang menambah dinginnya pagi ini. Sebuah musik instrument dari Yiruma ( when the love falls ) dan cemilan roti kering..haha inget banget waktu itu. Menunggu kira-kira satu jam menanti matahari terbit dibawah tugu bertuliskan “Hargo Dumilah” 3265 DPL.
Kabut pun mulai menghilang seiring dengan munculnya sunrise. Semua pendaki sibuk menggunakan kamera mereka masing-masing. Seakan tidak ingin melewatkan segala pesona alam dari atas puncak Lawu ini meski hanya sebongkah batu sekalipun.

Mungkin tidak semua pemandangan menakjubkan bisa di saksikan, tapi saya kali ini sangat beruntung dapat kesempatan menyaksikan salah satunya. Disegala penjuru puncak ini sangat indah dipandang. Ada banyak tempat eksotis untuk bisa mengabadikan gambar. Tapi, bagaimanapun puncak hanya bonus, tujuan utama kami adalah kembali dengan selamat.


Pukul 08.00 rombongan kami mulai turun. Kelihatan warung mbok Yem  sudah buka, tepatnya di pos 5 kalo gak salah.
Disini kami istirahat, dan menikmati beberapa aneka jajanan. Yang paling banyak dipilih pastinya gorengan karena masih hangat, sangat cocok dengan segelas teh panas.


Oiya.. di dekat warung ini juga ada sendang. Sebuah mata air pegunungan yang  airnya sangat jernih, Berikut penampakannya.



Perut sekarang sudah lumayan terisi. Kami menuju sabana tempat kami mendirikan tenda. Kini kami berbagi tugas. Beberapa merapikan tenda, serta yang lain memasak mie, karena persediaannya masih banyak.

Mulai dari pos 4, rombongan mulai terpisah 2 kelompok. Tinggal pilih ingin berjalan cepat atau lambat. Jujur saja, berjalan pelan kini membuat kaki saya kram dan sakit. Saya putuskan untuk sedikit berlari mengejar rombongan di depan.

Setibanya di pos 1, terik matahari berganti mendung. Rintik hujan mulai terasa di wajah.
Seketika juga kami semakin mempercepat langkah.

Tak butuh waktu lama untuk kembali ke basecamp. Pukul 12.30 sudah sampai. Rombongan kedua juga sudah muncul selang 15 menit.

Sangat tepat waktu, begitu rombongan kedua tiba. Hujan deras mengguyur area basecamp.
Satu jam kami menunggu di depan warung makan. Hujan deras kini mulai mereda. Tepatnya jam 2 siang, saatnya kembali ke Jogja. Perjalanan pulang masih  4 jam lagi. Huhhh..



Tuesday, 12 August 2014

✎ Mendaki Gunung Lawu Bag. 2

Obrolan-obrolan ringan dengan penduduk sekitar di warung ini terasa nyaman dan akrab. Kami mencoba menggali informasi tentang aturan-aturan yang sudah biasanya diterapkan di gunung-gunung lainnya.
Sejenak menengadah keatas, ingin melihat puncak lawu dari bawah, tapi semuanya tertutup kabut tebal. Kami tidak tahu apa yang sedang terjadi di atas sana.

Mendaki lewat Cemorosewu terdapat 5 pos perberhentian. Menurut cerita seorang teman yang pernah kesini , sebagian besar jalurnya merupakan bebatuan. Hanya dari pos 5 sampai puncak Hargo Dumilah yang berupa tanah. Iring-iringan pendaki tampak muncul dari tebalnya kabut, turun dengan raut muka yang puas seolah baru memenangkan sayembara. Sepertinya tidak ada badai pikirku.

Dan kini waktu menunjukkan jam satu siang.  Kami bergegas mendaki menuju ke pos 1. Di pos satu jalan lumayan landai, sehingga tidak begitu menguras tenaga. Hanya butuh waktu satu jam untuk tiba di pos pertama ini. Disini ada sebuah warung makan, dari luar tampak berbagai macam gorengan di jajakan.



Berangkat ke pos 2 jalanan mulai meliku dan terjal. Keringat mulai keluar meskipun keadaannya dingin.
Berbeda dari lainnya, menuju pos 2 merupakan jalur yang paling jauh. Kira-kira 2 kali lipat dibanding jalur pos lainnya, atau sekitar 2 jam untuk sampai. Sepanjang jalanan ini, kita paling sering beristirahat, ada seorang teman yang mual-mual karena baru pertama kali naik gunung.

Pos 2 merupakan  suatu areal yang cukup luas dan landai, kami beristirahat bersama pendaki lain dari berbagai daerah. Rupanya mereka sedang juga sedang beristirahat dan makan siang. Beberapa diantaranya sengaja mendirikan tenda di pos ini. Saya dan beberapa teman mencoba menggapai dan memetik satu buah yang bentuknya mirip murbay dan berwarna merah meski ternyata rasanya asam.


Selanjutnya menuju pos 3 dan 4 yang masing-masing ditempuh satu jam perjalanan. Batu-batu besar di sisi tepi jalan terkadang menghalangi pandangan. Tidak lupa juga disini berdiri kokoh tebing-tebing sekitar 10 meter tingginya.

Beberapa hewan gunung mulai nampak, diantaranya burung, entah jenis apa, berwarna coklat sebesar burung jalak, jumlahnya pun tidak sedikit. Yang paling mengejutkan adalah munculnya seekor kera putih. “Krusuk… semua tersontak kaget karena mengira ada dahan pohon yang patah. Dan ternyata itu ulah seekor kera. Sayangnya kami kesulitan mengambil gambar kera itu.

Perjalanan ke pos 4,  kami mendapat 3  anggota baru yang masih duduk di bangku sekolah menengah. Mereka berasal dari Sragen. Kami memutuskan untuk mengajak mereka bergabung karena dua buah tenda yang kami bawa cukup besar, lagi pula langit juga mulai berangsur-angsur gelap.

Dilanjut ke pos 5, rintik hujan mulai jatuh. Mantel yang sudah disiapkan akhirnya berguna juga. Suara petir bergemuruh memecah suasana yang sepi dan gelap. Pikiran negatif pun muncul saat kilat sangat tampak jelas sejajar di depan mata. Iring-iringan pun menjadi berjauhan satu sama lain. Hanya bisa berdoa dan berjalan pelan di tengah guyuran hujan ditemani senter yang hanya bisa menerangi beberapa meter saja karena kabut, mencari tempat landai untuk mendirikan tenda karena hujan makin lama semakin menderas.

Tidak berapa lama,kami tiba di sebuah sabana yang cukup luas sebelum pos 5, hujan mulai mereda namun angin bertiup kencang. “Perjalanan ke puncak hanya sekitar  1 jam, kita kemah disini sambil menanti subuh” ujar seorang teman. Kami memutuskan  membangun tenda disini meskipun agak tergenang air.

Waktu menunjukkan pukul delapan malam. Tenda selesai dibangun, Saya segera mengeluarkan semua logistik dari dalam tas yang sudah setengah basah.  Beberapa teman sibuk memasak mie instan dan yang lainnya menyeduh kopi. Tak terasa sudah enam jam perjalanan dilalui. Sekarang waktunya istirahat.

Bersambung…


Sebelumnya







Saturday, 2 August 2014

✎ Profil Marco Reus



Nama Lengkap  : Marco Reus
Tempat Lahir    : Dortmund, Jerman
Tanggal Lahir   : 31 Mei 1989 (25 Tahun)
Kebangsaan      : Jerman
Klub                : Borussia Dortmund
Posisi              : Gelandang
No Punggung   : 11
Tinggi              : 180 cm


Marco Reus atau yang lebih dikenal dengan nama Reus adalah pemain sepak bola kelahiran 31 Mei 1989 yang berasal dari Dortmund, Jerman.

Reus sempat mengasah kemampuannya bermain sepak bolanya di klub asal kota kelahirannya, Post SV Dortmund, sejak tahun 1994. Ia kemudian bergabung dengan tim junior klub Borussia Dortmund pada tahun 1996. Setelah sepuluh tahun bermain untuk klub Borussia Dortmund ia kemudian bergabung dengan kesebelasan U-19 klub Rot Weiss Ahlen pada musim panas 2006.

Selama tahun pertama di Rot Weiss Ahlen, gelandang serang ini tampil dalam lima pertandingan untuk tim kedua klub yang pada saat itu bermain di liga Westphalia. Reus mencetak gol di setiap dua pertandingan pertamanya. Tahun berikutnya ia mampu masuk ke tim utama Ahlen yang pada saat itu bermain di divisi tiga sepak bola Jerman.

Pemain sepak bola yang berasal dari Jerman Barat ini berhasil mencetak dua gol dalam14 pertandingannya. Ia mencetak salah satu golnya di pertandingan terakhir musim tersebut dan membantu Rot Weiss Ahlen mendapatkan promosi ke divisi II Bundesliga.

Pada 2008-09, ketika ia berusia 19, pemain sepak bola asal Jerman ini telah berhasil mencetak empat gol dari 27 pertandingannya. Pada tanggal 25 Mei 2009, ia menandatangani kontrak empat tahun dengan klub Bundesliga, Borussia Mönchengladbach.

Pada tanggal 28 Agustus 2009, Reus mencetak gol Bundesliga pertamanya dalam pertandingan melawan Mainz 05 setelah ia menggiring bola sejauh 50 meter. Dan sejak itu, pesepakbola Jerman bernomor punggung 11 ini ditunjuk oleh manajer Borussia Mönchengladbach, Lucien Favre, untuk menjadi pencetak gol bagi klubnya.

Pada musim 2011-12, Reus mencetak tujuh gol dalam dua belas pertandingannya. Kontrak Reus dengan Gladbach ditetapkan untuk berakhir pada tahun 2015 dan ia sempat menyatakan bahwa pemain gelandang Arsenal yang tergabung di tim nasional Ceko, Tomas Rosicky, yang juga sempat bermain untuk Borussia Dortmund selama enam tahun sebelum pindah ke klub Liga Utama Inggris tahun 2006 adalah pemain yang menjadi inspirasinya dalam bermain sepak bola.

Pada tanggal 4 Januari 2012, Reus menandatangani kontrak lima tahun dengan klub Borussia Dortmund dengan biaya transfer € 17.100.000 dan berlaku hingga bulan Juli 2017. Reus resmi kembali bergabung dengan Dortmund pada tanggal 1 Juli 2012.

Reus melakukan debutnya dengan Dortmund pada tanggal 24 Agustus 2012 dimana ia mencetak gol di pertandingan Bundesliga melawan Werder Bremen. Pertandingan tersebut kemudian berakhir dengan skor 2-1. Pada tanggal 29 September, Reus mencetak dua gol untuk Dortmund dalam pertandingan melawan klub Borussia Monchengladbach. Ia memegang peran penting dalam membawa Dortmund menempati posisi puncak klasemen Bundesliga di musim tersebut.

Pada tanggal 3 Oktober, dalam penampilan pertamanya di Liga Champions, ia berhasil mencetak satu gol di pertandingan melawan Manchester City. Pertandingan tersebut kemudian berakhir dengan skor imbang 1-1. Pada tanggal 19 Januari 2014, Manchester United menyatakan di situs resminya bahwa klub tersebut telah menandatangani kontrak enam tahun setengah dengan Reus dengan biaya transfer £ 30.000.000.

Pada tanggal 11 Agustus 2009, Reus memulai debutnya untuk Tim Nasional Jerman U-21 di pertandingan persahabatan melawan Turki. Pada tanggal 6 Mei 2010, ia mendapatkan panggilan pertamanya dari timnas Jerman senior untuk tampil di pertandingan persahabatan melawan Malta yang diselenggarakan pada tanggal 14 Mei 2010.

Pada tanggal 11 Mei 2010, ia mengundurkan diri dari skuad karena cedera kaki yang ia dapat dari pertandingan melawan Bayer Leverkusen. Pada tanggal 7 Oktober 2011, ia melakukan debutnya untuk Tim Nasional Jerman di pertandingan melawan Turki.

Reus mencetak gol pertamanya untuk timnas pada tanggal 26 Mei 2012 di pertandingan melawan Swiss. Pertandingan tersebut kemudian berakhir dengan skor 5-3, kemenangan untuk Swiss. Pada tanggal 22 Juni, dia mencetak gol di pertandingan perempat final UEFA Euro 2012 melawan Yunani.



Oleh: Baby Nabilah



Sumber : bola.net

Friday, 18 July 2014

✎ Mendaki Gunung Lawu


Kali ini seorang teman tertarik untuk melakukan pendakian ke Gunung Lawu. Gunung ini terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dia memberitahui lewat jejaring facebook serta menandai beberapa orang yang kemungkinan bisa ikut. Tentu saja  rencana ini disambut gembira pasalnya saat itu mayoritas sedang libur kuliah.

Perjalanan saya dimulai saat menuju ke kontrakan teman di Jogja, sebelah selatan kampus UIN Sunan Kalijaga. Jumat 4 April 2014 pukul 17.30, satu jam lebih dari rumah, saya tiba di tempat bertepatan adzan maghrib berkumandang. Disini untuk menginap semalam.

Dikontrakan ini sudah berkumpul beberapa teman dari UIN. Selepas waktu isha’ kami segera berbagi tugas untuk menyiapkan segala peralatan pendakian seperti bahan makanan, tidak lupa juga sleeping bad, dan tenda yang beberapa diantaranya harus menyewa terlebih dahulu. Di jogja ada banyak tempat penyewaan keperluan mendaki dan terjangkau untuk mahasiswa, seperti sleeping bad berkisar antara 10.000 rupiah dan tenda 35.000 rupiah perharinya. Malam itu hujan cukup lebat di Jogja sempat menghambat persiapan.

Sabtu pagi cuaca cukup cerah, sejuknya karena sisa hujan semalam. Sekali lagi mengecek keperluan yang harus dibawa. Setelah packing selesai dilanjutkan makan sebagai modal perjalanan yang diperkirakan mencapai 4 jam dengan menggunakan  sepeda motor.

Sepakat untuk berkumpul di kampus UIN, begitu ramainya karena saat itu sedang ada wisuda mahasiswa. Satu persatu teman lainnya merapat, semua berjumlah 9 orang, kami saling mengakrabkan diri satu sama lain sebab belum semuanya saling kenal.

Grenggg… jam 8 pagi, 5 buah motor telah siap mengantarkan kami. Perjalanan yang cukup jauh melewati Klaten, Solo, Karanganyar.

Di Karanganyar beristirahat di SPBU sembari mengisi penuh tangki motor. Tidak lupa juga dengan arak-arakan kampanye partai tertentu di daerah ini karena bertepatan menjelang pileg.




Sekitar 30 menit dari Karanganyar, tibalah di daerah Tawangmangu yang dikenal sebagai obyek wisata pegunungan di lereng barat Gunung Lawu, tempatnya sangat sejuk. Keindahan alam yang sungguh wow, melewati areal pertanian sayur mayur mengingatkan saya dengan dataran tinggi dieng, Wonosobo. Selain itu, dari sini terdapat jalan tembus yang menuju ke Telaga Sarangan di Magetan lewat Cemorosewu jalur kami mendaki. Medan yang berat sempat membuat motor seorang teman mogok. 



Adzan Zuhur berkumandang tepat sesaat kami sampai di Basecamp Cemorosewu, Sarangan. Begitu sejuknya embun tak hentinya jatuh dibawah kaki gunung Lawu tempat kami berhenti,  makin lama badan mulai menggigil. Sejenak beristirahat di warung sambil mengisi perut kembali. Soto ayam menurut saya menu yang tepat untuk menghangatkan badan untuk beberapa saat.

Bersambung . . .





Sunday, 13 July 2014

✎ Muhasabah Cinta - EdCoustic


                      


Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu

Tuhan baru ku sadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu

Kata-kata cinta terucap indah
Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi
Muhasabah cintaku





Monday, 30 June 2014

✎ Sinetron Ramadhan "Doa Membawa Berkah"

Ada yang kurang rasanya jika bulan Ramadhan gak ada tayangan sinetron yang islami.
Seperti tahun ini cuma satu saja yang selalu saya pantau yaitu Para Pencari Tuhan yang sudah beberapa jilid.

Sedikit bernostalgia dengan sinetron Ramadhan yang pernah hadir mewarnai jalannya puasa. Pemeran utamanya Tamara Bleszynski dan Anjasmara.
Pertama kalinya nonton sinetron dari awal sampai tamat ya ini, bukan hanya alur cerita tapi juga lagu soundtracknya pun menjadi musik favorit sampai sekarang, padahal waktu itu masih menginjak sekolah dasar hehe...
Opening :


Selama hidup kita 
Masih mengijakan kakinya di dunia
Semoga langkah dan kata hati 
Terhindar dari dosa 

Oo... kita manusia 
Yang tak luput dari kekhilafan

Berdoalah meminta kebaikan 
Memohon perlindungannya dari segala cobaan 
Didunia ini

Berkah-Mu... Illahi mempermudah segala
kekuatan hati dan keikhlasan jiwa manusia 
Pada-Mu Allah


                                                                                                           Artist : The Brown Sugar






Sunday, 13 April 2014

✎ Sudahkah anda bersepeda hari ini



                  Manfaat Bersepeda

Hasil yang didapat dari bersepeda terutama akan mengencangkan otot bagian bawah seperti betis, paha dan pinggul. Bersepeda mampu membakar kalori sebanyak 300 sampai 700 kalori setiap jam. Jadi, akan berguna untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan. Selain itu, bersepeda dapat meningkatkan volume paru-paru sampai 50% sehingga oksigen yang dapat ditampung lebih banyak.
Untuk penderita obesitas, bersepeda merupakan olahraga yang dianjurkan karena bersepeda relatif aman dibandingkan kebanyakan olahraga yang mengharuskan berlari atau melompat. Benturan akibat berlari atau melompat dapat menyebabkan cedera kaki, pinggang, punggung bagi mereka yang obesitas karena berat badan yang berlebih membuat benturan semakin keras. Bersepeda juga baik untuk mereka yang memiliki sakit jantung.
Salah satu alasan bersepeda menjadi olahraga yang menarik adalah karena bersepeda dapat menjadi salah satu cara relaksasi. Menikmati pemandangan secara santai dan merasakah hembusan angin dapat menjadi salah satu sarana rekreasi yang menyegarkan. Jadi Anda dapat sehat secara fisik plus menyegarkan pikiran.


               Tips Membeli Sepeda

Tertarik untuk mencoba bersepeda? Bagi Anda yang belum memiliki sepeda, langkah utama adalah dengan membeli sepeda untuk digunakan. Ada berbagai model sepeda dalam ukuran yang berbeda. Agar mendapatkan sepeda yang nyaman, coba perhatikan hal-hal berikut saat memilih sepeda yang akan dibeli:
  • Sadel sepeda hendaknya nyaman untuk diduduki dan dalam ukuran yang pas.
  • Pilih sepeda dengan tinggi sadel yang disesuaikan dengan tinggi badan Anda. Sadel hendaknya tidak terlalu tinggi karena akan menyulitkan saat harus mengayuh juga dapat menyebabkan bagian paha menjadi luka. Sadel yang terlalu rendah juga sebaiknya dihindari karena membuat kaki harus menekuk terlalu banyak dan membuatnya terasa pegal. Walau sadel sepeda mungkin dapat ditinggikan dan direndahkan, tetapi pastikan bahwa tinggi maksimal dan minimal sesuai dengan kondisi Anda. Idealnya tinggi sadel dan tinggi stang sepeda sejajar.
          
    Agar dapat mendapatkan manfaat yang maksimal dan terhindar dari cedera, beberapa hal harus diperhatikan, yaitu:
    • Pastikan bagian-bagian penting dari sepeda seperti rem dan ban dalam kondisi yang aman sehingga tidak akan mengganggu perjalanan atau menimbulkan kecelakaan.
    • Untuk menghindari resiko cedera, lakukan sedikit pemanasan khususnya untuk meregangkan otot-otot bagian bawah seperti pinggang, paha dan betis.
    • Sebagai penambah keamanan saat bersepeda, Anda dapat mengguunakan perlengkapan pelidung seperti helm, sepatu, kaos kaki, sarung tangan, kacamata atau perlengkapan lain yang diperlukan.
    • Saat memulai mengayuh sepeda, lakukan dulu dengan kecepatan perlahan selama 5-10 menit sebagai cara untuk pemanasan dan menyesuaikan dengan sepeda.
    • Saat mengayuh sepeda, usahakan agar Anda mengayuh pedal satu putaran penuh.
    • Kecepatan yang dianjurkan untuk kesehatan adalah 27 km/jam dan putaran roda 70 putaran per menit (rpm)
    • Selesai bersepeda, lakukan lakukan pendinginan dengan mengayuh sepeda secara perlahan selama kurang lebih 10 menit.
    Selain untuk kesehatan, menggunakan sepeda juga dapat mengurangi polusi udara akibat penggunaan kendaraan bermotor. Asap kendaraan dapat membuat lingkungan tercemar. Sebaiknya gunakan sepeda saat Anda harus berpergian ke tempat yang memungkinkan dijangkau dengan sepeda. Bahkan, ada pula komunitas yang bernama "Bike to Work"menggunakan sepeda untuk berangkat kerja setiap hari.




http://kumpulan.info/


Thursday, 20 March 2014

✎ Inilah Indonesia.....


Indonesia, Kami Bangga! Itulah kalimat yang hanya bisa ku ungkapkan dalam hati. Tulus, karena memang aku mencintaimu. Aku bangga dengan alammu yang tiada banding. Karena hanya itu yang bisa buatku bangga. Saat yang lain mengagumi tanah dan alam di luar sana, aku ingin tetap di sini, mengagumimu, membanggaimu dan mencintaimu. Indonesia, kami bangga!

Dan Inilah Indonesia!

1. AFRIKA???
Apakah ini di Afrika? lihat saja seolah gersang...? Salah satu tempat favorite bagi bangsa ini, di Indonesia, Inilah Pulau Komodo dengan barisan pulau - pulau kecilnya.

2. HONGKONG??
Berasa di Hongkong ? Ini di CBD Pluit Jakarta.

3. YUNANI???
Ini pasti di Yunani? well..nenek moyangku seorang pelaut, Sandeq / Losari Beach / Makassar / Indonesia.

4. BAHAMA???
Berasa di Bahama, tetapi nyatanya ini masih di Indonesia, Balikpapan, orang Balikpapan pasti tahu ini dimananya.

5. NEW ZEALAND???  

Wihhh..pasti ini di New Zealand, atau lokasi shooting Lord of the Rings? ho ho ho..ini masih di Indonesia, salah satu sudut indah dari gunung Bromo.

6. TURKI???
Masjid Di Turki? Salah..ini masih di Indonesia, Masjid An Nur / Pekanbaru Riau

7. THAILAND???

Ini Pagoda yang ada di Medan, tepatnya di Brastagi...


7. KARIBIA???

Carribea? Salah.. Indonesia juga negara Kepulauan, dan ini adalah Kepulauan Riau.

8. JAPAN WANNABE???
Japan Wannabe? Lupakan tulisan di depan kereta apinya, just like in Japan right ?? nyatanya ini ada di Medan, station kereta Api Medan.

9. EROPA atau CHINA???
Eropa atau di negara - negara China kah ini?..Tak ada yang menduga, di bumi Kalimantan, Kalimantan Timur tepatnya pertumbuhannya bisa secepat ini, kota Tenggarong, kota minyak di Indonesia. di depan sungai yang seperti sarang burung itu adalah Perjiwa Stadium Tenggarong, stadium sepak bola berstandar international, standar FIFA. Lebih bagus dari Gelora Bung Karno Stadium, jadi jangan pernah berpikir, stadion - stadion keren itu hanya ada di pulau Jawa, kualitas rumput disini sudah stadion standar FIFA.

10. SAN FRANSISCO???
Golden Gate Bridge San Fransisco? Kalau disisi pulau Madura nya banyak gedung - gedung tinggi suatu hari nanti mirip dengan Golden Gate Amerika, nyatanya ini adalah Jembatan Suramadu.

11. PUNCAK EVEREST???
wahhh..pasti ini di Eropa ?? Bukan, ini Cartenz Pyramid, salah satu 7 puncak tertinggi di dunia di gunung JayaWijaya Papua / Indonesia.

Banggalah dengan alam Indonesia. Alam di Indonesia kita kenal membentang luas dari pulau ke pulau sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Sadarkah kita bahwa alam Indonesia nan luas ini indah adanya? Tidak ada guna kita meneriakkan alam milik negara lain, karena di Indonesia juga memiliki alam yang tidak kalah dengan alam di luar negeri. Marilah kita bangga dengan alam Indonesia.





Total Pageviews

Histats